Boraks dan pewarna makanan

Menurut Dra. Euis Megawati, Apt., boraks adalah bahan solder, bahan pembersih, pengawet kayu, antiseptik kayu, dan pengontrol kecoak. Sinonimnya natrium biborat, natrium piroborat, natrium tetraborat. Sifatnya berwarna putih dan sedikit larut dalam air. 

Sering mengonsumsi makanan berboraks akan menyebabkan gangguan otak, hati, lemak, dan ginjal. Dalam jumlah banyak, boraks menyebabkan demam, anuria (tidak terbentuknya urin), koma, merangsang sistem saraf pusat, menimbulkan depresi, apatis, sianosis, tekanan darah turun, kerusakan ginjal, pingsan, bahkan kematian.

Ciri makanan berboraks

Sama seperti formalin, cukup sulit menentukan apakah suatu makanan mengandung boraks. Hanya lewat uji laboratotium, semua bisa jelas. Namun, penampakan luar tetap memang bisa dicermati karena ada perbedaan yang bisa dijadikan pegangan untuk menentukan suatu makanan aman dari boraks atau tidak.

Bakso

* Lebih kenyal dibanding bakso tanpa boraks.
* Bila digigit akan kembali ke bentuk semula.
* Tahan lama atau awet beberapa hari
* Warnanya tampak lebih putih. Bakso yang aman berwarna abu-abu segar merata di semua bagian, baik di pinggir maupun tengah.
* Bau terasa tidak alami. Ada bau lain yang muncul.
* Bila dilemparkan ke lantai akan memantul seperti bola bekel.

Gula Merah

* Sangat keras dan susah dibelah.
* Terlihat butiran-butiran mengkilap di bagian dalam.

Pewarna Kain di Jajanan Anak

Selain formalin dan boraks, beberapa jenis bahan makanan yang diuji BPOM juga mengandung bahan berbahaya seperti pewarna tekstil, kertas, dan cat (Rhodamin B), methanyl yellow, amaranth.

Pemakaian ini sangat berbahaya karena bisa memicu kanker serta merusak ginjal dan hati. Payahnya lagi, bahan-bahan ini ditambahkan pada jajanan untuk anak-anak seperti es sirop atau cendol, minuman ringan seperti limun, kue, gorengan, kerupuk, dan saus sambal.

Ciri makanan yang mengandung Rhodamin B:

* Warna kelihatan cerah (berwarna-warni), sehingga tampak menarik.
* Ada sedikit rasa pahit (terutama pada sirop atau limun).
* Muncul rasa gatal di tenggorokan setelah mengonsumsinya.
* Baunya tidak alami sesuai makanannya.
http://www.kompas.com/kesehatan/news/0601/12/173411.htm

Posted in racun. 1 Comment »

One Response to “Boraks dan pewarna makanan”

  1. Norman Harsya Says:

    Masih ada banyak lagi, kosmetik mengandung merkuri, bedak bayi palsu, obat kadaluarsa, daging bangkai, daging sampah, daging glonggongan, ikan kakap putih diwarnai, telur asin palsu, ikan dan daging berformalin sudah umum ya, kerupuk dan gorengan pake wantex, dan masih banyak lagi yang mungkin kita lupa lagi setelah ditayangkan TV, saking banyaknya. Belum lagi permen dan makanan impor dari PRC yang mengandung melamin, timbal, merkuri, formalin dll, yang masih tetap diimpor, bahkan kalo perlu diselundupkan, meski banyak temuan di pasar mengandung bahan berbahaya, dan ilegal lagi.

    Hebat ya, dengan barang2 beracun ini, bangsa kita akan bodoh dan penyakitan. Siapa yang untung?
    Sementara itu para elit lagi rancang sistematika pendidikan yang mengarah ke kelas buruh. Seperti jerman, memang gak semua ke univ, tapi diklasifikasi berdasarkan potensinya, mana yang ke SMA dan univ, mana yang ke SMK dan poltek, tapi semua potensi diberdayakan untuk kemajuan bangsa mereka. Tapi di sini semua orang diarahkan ke SMK, lihat iklannya yang menggebu2, karena itu univ dibuat mahal banget, sementara sebagian bangsa kita berkutat hanya untuk penuhi kebutuhan perut saja sudah sulit, jadi kalo ke smk kan cepat kerja, trampil bisa jadi buruh di pabrik2.

    Ada wacana sekolah gratis sampe slta, tapi akan mentok gak terus ke univ karena gak semua orang bisa kuliah meski mampu secara akademik. Tapi mereka iming2i dengan beasiswa untuk yang pintar tapi miskin, jelas dibuktikan ada surat miskin ya. Kalo gak terlalu pintar atau gak terlalu miskin, entah dimana tempatnya, mau dikelaskan orang miskin jelas gak miskin, tapi dikelaskan dengan wapres atau mendiknas, jelas gak nyampe, tapi mesti bayar dengan tarif internasional. Kan konyol. Nah yang gini yang paling banyak. Padahal kata iklan, anggaran pendidikan saat ini tertinggi sepanjang sejarah, berarti jaman orba kalah anggaran pendidikannya diobanding sekarang. Tapi kok harga sekolah saat ini mahal banget. Tahun 2007, katanya anggaran pendidikan sudah 16%, lalu tahun lalu pgri demo tuntut jadi 20% sesuai UU. Anak saya masuk smpn standar nasional 7,5 juta tahun lalu (kata irwan prayitno, uu bhp untuk sekolah standar nasional maksud standar minimal dalmm uu tsb). Nah, dengan 16% aja gak terasa, nambah 4% lagi apa akan drastis terasa? memang sekolah2 kampung murah, ya karena gak banyak tuntutan, yang sekolah kalangan miskin banget, mana bisa sekolah minta uang masuk tinggi meski digorok leher ortu siswanya, gak akan bisa bayar. Tapi kualitas ya alakadarnya. Pertanyaan besar, anggaran 16 – 20% itu sebenarnya untuk siapa???? Rasanya cuma DKI yang kebetulan provinsi terkaya yang kasih gratis sd – smp, itupun hanya untuk reguler, bukan standar nasional. Sebenarnya masyarakat gak butuh gratis total, karena gratis total sering jadi lahan salah subsidi lagi, tapi buatlah terjangkau untuk masyarakat kebanyakan, jangan referensinya terjangkau oleh para konglomerat atau pejabat tinggi. Untuk yang sangat miskin okelah kasih gratis kalo memang punya kemampuan dan kemauan sekolah, tapi jangan dibikin ekstrim, yang msikin banget gratis, yang gak miskin langsung loncat bayar amat mahal. Sebagi pembanding, seseorang yang punya penghasilan 3-5jt, bukan orang kaya tapi cukup bisa memenuhi kebutuhan hidup di atas garis kemiskinan. Bisa nabung untuk beli rumah, kendaraan (kelas bawah, paling kelas avanza, bukan bentley atau jaguar), itupun mungkin kendaraan bekas, bisa nabung untuk sekolah anak. Nah, kalo misalkan uang masuk sekolah sd-sma 1-2juta masih terjangkau, spp sd-sma berkisar 25 ribu sampe 200ribu masih terjangkau, uang masuk kuliah sampe 10juta masih bisa nabung dengan spp sampe 1 juta masih terjangkau. Masalahnya kalo masuk sdn 3 juta, spp smpn 300ribu dengan uang masuk 7,5 juta, masuk sman 12 juta dengan spp 500ribu, masuk kuliah 55juta dengan spp 4juta/sem ini luar biasa. jadi untuk kelas penghasilan 3-5 juta/per bulan, yang katanya gak perlu gratis, dengan biaya sebesar itu aja bisa kelenger, bagaimana dengan masyarakat penghasilan di bawah itu (yang gak juga bisa dibilang miskin karena gak terima BLT) bisa bayar, anak 2 aja sesuai anjuran KB sudah pada ambruk, habis2an untuk bayar sampe SMA doang, apalagi kuliah, meski punya anak pintar. Pintar ini kan juga relatif, di atas yang pintar pasti ada yang lebih pintar, jadi kalo ditanding terus ya gak selesai2, selalu ada yang lebih pintar, apa hanya yang paling pintar aja yang boleh sekolah???

    Dengan menggencet gol menengah-bawah, hasilnya 10 tahun ke depan sebagian besar bangsa kita jadi kelas buruh, melengkapi program diaspora TKI untuk jadi kuli dan pembantu global. Kalangan bawah sudah diformalin, sudah kayak hewan karena terjadi degradasi inetelegensia hebat, syukur2 ada kalangan menengah yang kena juga. Jadi kemiskinan dan kebodohan ini memang dipelihara, entah untuk kepentingan konspirasi global yang mana ya. Ingat sejarah palestina, yahudi gak merampas semuanya lho, awalnya, sultan hamid II sebelum PD I ditawari Lord Rotschield untuk serahkan palestina dengan harga berapapun, tapi ditolak. Mereka kemudian emigrasikan orang2 yahudi ke palestina, dimulai dengan membeli tanah2 dari orang palestina dengan harga sangat mahal, berapapun dibeli. Nah, di sini orang palestina gak lihat konspirasi ini, melihat harga tinggi, jual aja, yang kemudian disesali seumur hiadup oleh turunan2nya. Melihat dan belajar dari kesalahan bangsa lain, akankah kita sekarang sedang dalam genggaman rencana global yang mau musnahkan bangsa kita juga seperti bangsa palestina? Ayo berpikir, ada apa di balik program komersialisasi pendidikan dan formalinisasi ini???


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

  • RSS Terbaru dari Pinginsehat.Info

    • An error has occurred; the feed is probably down. Try again later.
  • RSS Top Movies

    • An error has occurred; the feed is probably down. Try again later.
  • %d bloggers like this: